Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

Diklat Sesi 2 : Pelatihan Pelayanan Antenatal Care, Persalinan, Nifas dan Skrining Hypotiroid Kongenital (SHK) bagi Bidan (6/4/2026)

 

 
 
RSUD Banyumas Gelar Diklat 

25 Bidan Puskesmas Ikuti Pelatihan Peningkatan Kompetensi Untuk Turunkan Angka Kematian Ibu dan Bayi

Banyumas – Catatan Dinas Kesehatan dan Keluarga Berencana Kabupaten Banyumas, hingga Februari 2026 cakupan pelayanan antenatal di Kabupaten Banyumas masih berada di kisaran 15–17 % untuk K1 hingga K6 (kunjungan pemeriksaan kehamilan yang dilakukan ibu hamil ke tenaga kesehatan). Hal ini menunjukkan bahwa kesinambungan pelayanan kehamilan masih belum optimal.

Di sisi lain, 29,53% ibu hamil masuk kategori risiko tinggi, dengan faktor dominan usia >35 tahun, KEK (LILA KEK < 23,5 cm), anemia, dan hipertensi. Di periode yang sama masih tercatat adanya kematian ibu dan 26 kematian bayi yang sebagian besar terjadi pada periode paling kritis, yaitu perinatal.
 
 

 


Hal ini disampaikan oleh Kepala Dinkes dan KB Kabupaten Banyumas, dr. Dani Esti Novia, dalam sambutannya secara daring pada acara Pembukaan Pelatihan Pelayanan Antenatal Care, Persalinan, Nifas dan Skrining Hypotiroid Kongenital (SHK) bagi Bidan di FKTP Kerjasama RSUD Banyumas dan Dinkes KB Kabupaten Banyumas Angkatan 2 Tahun 2026 pada Senin (6/4/2026) di Aula Pertemuan RSUD Banyumas Lantai III Gedung Thalasemia.

Dia menegaskan jika ingin menurunkan kematian ibu dan bayi secara signifikan, maka tidak bisa hanya bekerja di hilir tetapi harus geser intervensi ke hulu, yaitu pada fase prakonsepsi.

“Tidak boleh ada lagi missed opportunity, setiap kontak dengan pasien harus menjadi kesempatan untuk skrining, edukasi, dan intervensi” tegasnya.

Dia juga menekankan pentingnya kolaborasi lintas profesi dan lintas program dalam upaya menanggulangi permasalahan yang ada.

“Upaya menurunkan angka kematian ibu dan bayi tidak dapat dilakukan sendiri-sendiri, tetapi membutuhkan kerja sama yang solid antara seluruh tenaga kesehatan, fasilitas pelayanan, serta dukungan masyarakat” pesannya.
 
 


Direktur RSUD Banyumas, dr. Widyana Grehastuti, Sp.OG.,M.Si.Med., dalam penyampaian sambutanya mengatakan bahwa RSUD Banyumas sebagai UOBK Dinas Kesehatan dan Keluarga Berencana Kabupaten Banyumas selalu berupaya untuk mendukung program pemerintah di bidang Kesehatan diantaranya adalah dalam rangka penurunan Angka Kematian Ibu dan Angka Kematian Bayi.

“Salah satu upaya tersebut adalah melalui kegiatan penyelenggaraan Pendidikan dan Pelatihan Bidang Kesehatan” jelasnya.

Lebih lanjut dikatan sebagai salah satu intervensi dalam penurunan AKI dan AKB adalah upaya peningkatan kapasitas bidan dalam pelayanan kesehatan ibu dan bayi. Salah satu pendekatan yang banyak digunakan adalah pendekatan safe motherhood, dimana terdapat empat pilar dalam menurunkan angka kematian ibu, yaitu keluarga berencana, pemeriksaan kehamilan sesuai standar, persalinan bersih dan aman, serta PONED dan PONEK.

“Oleh karena itu peran dari Bidan di FKTP sebagai ujung tombak dalam pelayanan kesehatan ibu dan bayi di masyarakat sangat penting dan perlu semakin ditingkatkan kompetensinya melalui kegiatan pelatihan berkesinambungan” ujarnya.
 

 

Dalam pelatihan yang direncanakan berlansung selama 4 hari (6-9 April 2026), Ketua Penyelenggara, Imron Rosyadi, S.Kep.Ns., melaporkan bahwa peserta pelatihan Angkatan 2 ini berasal dari Puskesmas di Kabupaten Banyumas.

“Angkatan 2 terdiri dari 25 orang bidan yang berasal dari Puskesmas di Kabupaten Banyumas dengan pendidikan minimal DIII Kebidanan, memiliki Surat Tanda Registrasi dan Surat Izin Praktik aktif, memiliki akun Plataran Sehat Kemenkes RI serta ditugaskan oleh pimpinan” katanya

Pada acara yang dihadiri segenap jajaran manajemen dan undangan, Direktur serta Wadiryan melakukan pengalungan tanda peserta secara simbolis sebagai tanda dimulainya pelatihan untuk Angkatan 2.
















 

Salam Sehat, Salam Cemerlang

Sehat Waras Bersama RSUD Banyumas


Ramane Inu
Ramane Inu Desa Pekunden Banyumas

Posting Komentar untuk " Diklat Sesi 2 : Pelatihan Pelayanan Antenatal Care, Persalinan, Nifas dan Skrining Hypotiroid Kongenital (SHK) bagi Bidan (6/4/2026)"