Pesan SIngkat Direktur RSUD Banyumas pada Acara Workshop PPI RS (15/7/2026)
Assalamu’alaikum Warahmatullahi Wabarakatuh,
Selamat pagi, salam sejahtera bagi kita semua.
Pantun Pembuka
Ke pasar lama membeli buah kecapi,
Jangan lupa membeli pepaya.
Dengan gembira mengikuti workshop PPI,
Semangat Akreditasi RSUD Banyumas Paripurna.
Yang saya hormati:
- Jajaran Manajemen RSUD Banyumas;
- Ketua Komite PPI beserta tim narasumber dan Panitia ;
- Seluruh peserta workshop, rekan-rekan Infection Prevention and
Control Link Nurse (IPCLN) dari seluruh unit pelayanan RSUD Banyumas yang
saya banggakan.
Puji syukur kita panjatkan ke hadirat Allah SWT, karena atas rahmat-Nya kita dapat berkumpul di Aula Thalasemia ini dalam keadaan sehat untuk melaksanakan Workshop Penatalaksanaan Isolasi Berdasarkan Transmisi Infeksi.
Bapak, Ibu, dan seluruh peserta yang saya cintai, Pencegahan dan Pengendalian Infeksi (PPI) adalah solusi berbasis bukti untuk mencegah bahaya infeksi bagi pasien, petugas, maupun pengunjung. Kita tahu bahwa ancaman Healthcare Associated Infections (HAIs) bukan sekadar statistik, melainkan tantangan nyata terhadap mutu pelayanan dan keselamatan pasien. Berdasarkan data, prevalensi HAIs di Indonesia masih tergolong tinggi, yakni mencapai 30,4%. Hal ini menuntut kita untuk selalu waspada dan menjalankan regulasi, terutama PMK No. 27 Tahun 2017, secara konsisten.
Workshop hari ini sangat strategis karena berfokus pada kewaspadaan isolasi berdasarkan transmisi, baik itu kontak, droplet, maupun airborne. Penerapan isolasi yang tepat, mulai dari penempatan pasien hingga penggunaan APD yang sesuai indikasi, adalah kunci utama dalam memutus rantai penularan infeksi di rumah sakit.
Saya ingin menekankan betapa vitalnya peran Infection Prevention and Control Link Nurse (IPCLN). IPCLN adalah garda terdepan sekaligus penyambung lidah (link) yang menerjemahkan kebijakan makro Komite PPI menjadi bahasa kerja praktis di unit masing-masing. Kesuksesan program PPI tidak hanya ditentukan oleh tumpukan dokumen, tetapi oleh perubahan budaya kerja yang Anda gerakkan setiap hari di lapangan.
Melalui workshop ini, saya berharap 30 orang IPCLN yang hadir dapat:
- Meningkatkan kompetensi dalam mengidentifikasi jenis transmisi infeksi.
- Mengimplementasikan alur penempatan pasien isolasi secara benar.
- Menjadi role model dalam kepatuhan prosedur PPI di unit kerja masing-masing.
Dengan mengucapkan Bismillahirrohmanirrohim, Workshop Penatalaksanaan Isolasi Berdasarkan Transmisi Infeksi RSUD Banyumas Tahun 2026, yang diselenggarakan tanggal 15 Juli 2026 secara resmi saya nyatakan DIBUKA.
Semoga kegiatan ini berjalan lancar dan memberikan manfaat nyata bagi peningkatan mutu pelayanan RSUD Banyumas yang kita cintai.
Pantun Penutup
Bunga mawar merah merona,
Harum mewangi di taman asri.
Mari kita berjuang Bersama-sama
Mensukseskan Program PPI dan Akreditasi
Wassalamu’alaikum Warahmatullahi Wabarakatuh.
Posting Komentar untuk "Pesan SIngkat Direktur RSUD Banyumas pada Acara Workshop PPI RS (15/7/2026)"