Penyuluhan Kesehatan Prognas TB : " Yuk .... Kenali Tanda, Gejala, TB Paru dan Pencegahannya."
Penyuluhan Kesehatan Prognas TB
Dalam upaya meningkatkan kesadaran masyarakat terhadap kesehatan paru-paru, hari ini Rabu Pon (28/10/2026) Tim Prognas TB RSUD Banyumas menggelar kegiatan penyuluhan kesehatan, tema yang di sampaikan adalah "Kenali Tanda, Gejala, dan Pencegahan TBC Paru"
Acara ini digelar di area depan Poliklinik Penyakit Dalam RSUD Banyumas. Kegiatan ini disambut dengan hangat oleh para pasien, keluarga pasien, serta pengunjung rumah sakit yang sedang menunggu antrean layanan di Poliklinik Penyakit dalam dan Sekitarnya.
Penyuluhan ini dilatarbelakangi oleh masih ada ditemukanya kasus Tuberkulosis (TBC) di masyarakat serta pentingnya deteksi dini guna memutus rantai penularan penyakit infeksi menular tersebut.
Fasilitator - Kepala Instalasi PKRS dan Humas RSUD Banyumas
Moderator - Andita Kusumaningrum, SKM
Pemateri - Soeratno
Sasaran - Pasien dan Keluarga
Yuk ... Kenali Gejala Dini dan Pola Penularan TB Paru
Dalam pemaparannya Soeratno menekankan pentingnya mengenali gejala awal TBC paru yang kerap kali disamakan dengan batuk biasa. Beberapa tanda utama yang wajib diwaspadai meliputi :
Batuk selama 2 - 3 mingg
Batuk berdahak bisa disertai dengan darah (Hemoptoe, Nyeri dada saat bernafas dan sesak nafas.
Penurunan berat badan serta hilangnya nafsu makan.
Demam atau meriang berkepanjangan dan sering disertai keringat banyak pada malam hari tanpa aktifitas.
Cara penularan TBC
Penularan TB Paru melalui percikan dahak (droplet) yang keluar saat pasien TBC batuk, bersin, atau berbicara tanpa menutup mulut.
Langkah Pencegahan dan Pengobatan Tuntas
Selain mengenali gejala, kegiatan ini juga memaparkan langkah-langkah pencegahan yang efektif untuk melindungi diri dan keluarga dari penularan TBC, antara lain:
Menerapkan Etika Batuk: Selalu menutup mulut dan hidung menggunakan tisu atau lengan bagian dalam saat batuk dan bersin.
Menjaga Sirkulasi Udara: Membuka jendela rumah setiap pagi agar sinar matahari dan udara segar dapat masuk ke dalam ruangan, mengingat kuman TBC sangat rentan terhadap cahaya matahari.
Menerapkan PHBS: Menjaga kebersihan diri dan lingkungan serta mengonsumsi makanan bergizi seimbang untuk mempertahankan daya tahan tubuh yang kuat.
Vaksinasi BCG: Memastikan anak-anak mendapatkan imunisasi BCG secara lengkap sesuai jadwal.
Tim Prognas TB juga menegaskan bahwa TBC Paru adalah penyakit yang dapat disembuhkan total, asalkan pasien disiplin menjalani pengobatan secara rutin selama minimal 6 bulan tanpa putus di fasilitas kesehatan terdekat, seperti di Poliklinik Paru / Pojok DOTs RSUD Banyumas.
Komitmen RSUD Banyumas
Melalui kegiatan penyuluhan kesehatan pada hari ini, RSUD Banyumas berharap masyarakat menjadi lebih proaktif untuk segera memeriksakan diri ke dokter apabila mengalami gejala batuk kronis. Langkah deteksi dini (screnning) ini menjadi kunci utama untuk menekan angka kesakitan sekaligus mewujudkan masyarakat Banyumas yang lebih sehat dan bebas dari TBC.
INGAT :
TBC Paru adalah penyakit yang dapat disembuhkan total, asalkan pasien disiplin menjalani pengobatan secara rutin selama minimal 6 bulan tanpa putus di fasilitas kesehatan terdekat.
Dalam Pengobatan TB ini juga melibatkan PMO - Pengawas Minum Obat
Siapa saja yang bisa menjadi PMO kurang lebihnya sbb.,:
1. Orang yang Diutamakan Menjadi PMO
PMO sebaiknya adalah orang yang dekat, dipercaya, dan disegani oleh pasien, serta tinggal serumah atau berada di lingkungan yang sama dengan pasien. Mereka antara lain:
Anggota Keluarga Serumah
Suami/istri, anak dewasa, orang tua, atau anggota keluarga lain yang tinggal satu rumah dan setiap hari bisa mengawasi pasien minum obat.Keluarga Dekat di Luar Rumah
Kerabat atau saudara yang sering mendampingi atau memantau keseharian pasien.
2. Alternatif PMO (Jika Keluarga Tidak Memungkinkan)
Jika pasien tinggal sendiri atau anggota keluarga tidak memenuhi syarat (misalnya karena kesibukan atau kondisi kesehatan tertentu), PMO dapat berasal dari unsur masyarakat atau tenaga kesehatan di luar keluarga, seperti:
- Kader KesehatanKader Posyandu, kader Dasawisma, atau kader khusus TBC setempat.
- Tokoh MasyarakatKetua RT/RW, tokoh agama, atau tokoh adat setempat yang dihormati.
- Petugas KesehatanPerawat, bidan desa, atau tenaga sanitasi puskesmas.
- Teman Dekat / Rekan KerjaSeseorang yang memiliki akses harian dan hubungan yang baik dengan pasien.
Syarat Utama Menjadi PMO
Seseorang yang bertugas sebagai PMO harus memenuhi beberapa kriteria penting agar pendampingan efektif:
- Sukarela dan BerdedikasiMau membantu pasien dengan ikhlas dan sabar hingga pengobatan tuntas (biasanya 6 bulan atau lebih).
- Tinggal Dekat dengan PasienMemudahkan pemantauan harian.
- Dapat Dipercaya dan DiseganiPasien merasa nyaman dan menaruh hormat sehingga nasihat atau pengawasannya didengar.
- Bersedia Diberi PenyuluhanMemahami pentingnya pengobatan TBC dan bersedia diberi edukasi singkat oleh tenaga kesehatan mengenai aturan minum obat serta tanda-tanda jika terjadi efek samping obat.
Tugas Utama Seorang PMO
Mengawasi pasien agar menelan obat secara teratur sesuai dosis setiap hari (atau sesuai jadwal yang ditentukan).
Memberikan dukungan moral dan motivasi kepada pasien agar tidak putus obat.
Mengingatkan pasien untuk mengambil obat tepat waktu ke fasilitas kesehatan terdekat seperti Puskesmas atau Rumah Sakit.
Mengenali dan melaporkan segera kepada petugas kesehatan jika pasien mengalami gejala efek samping obat yang berat (seperti mual hebat, kulit / mata menguning, atau gatal-gatal,dll.).
Mengantar pasien kembali ke fasilitas kesehatan untuk kontrol atau pemeriksaan ulang dahak sesuai jadwal yang ditentukan (biasanya pada akhir bulan ke-2, ke-5, dan akhir pengobatan).






Posting Komentar untuk "Penyuluhan Kesehatan Prognas TB : " Yuk .... Kenali Tanda, Gejala, TB Paru dan Pencegahannya." "